

Foto: Pelaksanaan 4 (empat) kegiatan Upaya BPBD dalam Pengurangan Risiko Bencana melalui Destana dan FPRB.
CILEGON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon melalui Bidang Sistem Dasar dan Informasi Bencana (SDIB) melaksanakan kegiatan Penataan Sistem Dasar Penanggulangan Bencana sub kegiatan Penguatan Kelembagaan Kabupaten/Kota dalam 4 (empat) kegiatan. Pertama, Rapat Koordinasi Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Aula BPBD Kota Cilegon. Kedua, Rapat Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kelurahan Gunung Sugih pada Selasa, 02 Desember 2025 bertempat di Kelurahan Gunung Sugih. Ketiga, Kegiatan Destana Award pada Rabu, 03 Desember 2025 bertempat di Aula BPBD Kota Cilegon. Keempat, kegiatan Sosialisasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) pada Kamis, 04 Desember 2025 bertempat di Aula BPBD Kota Cilegon.
Upaya pengurangan risiko bencana terus menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana. Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh BPBD Kota Cilegon adalah melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang melibatkan peran aktif masyarakat dan pemerintah.
Kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang dihadiri oleh unsur pemerintahan seperti Kelurahan dan Kecamatan yang memiliki potensi tinggi bencana banjir dan tsunami berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB). Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen bersama, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam pembentukan Destana. Melalui forum ini, dibahas pula potensi ancaman bencana, kapasitas yang dimiliki Kelurahan, serta kebutuhan penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan.
Selanjutnya, dilaksanakan Rapat Koordinasi Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Kelurahan Gunung Sugih sebagai wujud nyata dari hasil rapat koordinasi. Pada tahap ini dilakukan pembentukan struktur organisasi Destana Kelurahan Gunung Suguh, penetapan relawan desa/kelurahan, serta penyusunan rencana kerja yang mencakup kegiatan pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat bencana. Pembentukan Destana ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat desa/kelurahan dalam mengenali risiko bencana, mengambil tindakan mitigasi, serta melakukan respon cepat dan tepat saat bencana terjadi.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap desa-desa yang aktif dan berprestasi dalam upaya pengurangan risiko bencana, diselenggarakan pula Destana Award. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada Destana yang dinilai berhasil dalam penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam pengelolaan risiko bencana. Destana Award diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa lain untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana.
Rangkaian kegiatan tersebut diperkuat dengan Sosialisasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana. Forum ini menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya desa dan wilayah yang tangguh bencana.
Melalui Rapat Koordinasi, Pembentukan Destana, Pelaksanaan Destana Award, serta Sosialisasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), diharapkan terciptanya sistem penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat desa/kelurahan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek utama dalam upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Tanggal Berita: 05-12-2025